cover Enix logo

Square Enix Jual Studio Lama

Baru Saja Menjual Studio, Square Enix Justru Hadir dengan Kabar Rancana Pembukaan Studio Baru

SSEnix logo - Square Enix Jual Studio Lama

Belum lama ini, City Of Seattle mendengar berita bahwa Square Enix memutuskan untuk menjual IP (Intellectual Property) dan studio game barat mereka ke Embracer Grup. Tentu saja kabar ini sangat mengejutkan bagi kamu pecinta dunia game. Eidos, Crystal Dynamics, dan Montreal adalah studio milik pengembang Final Fantasy yang telah dijual sebelumnya. Dengan harga sebesar 300 juta dolar Amerika atau setara dengan kurang lebih 4,3 triliun rupiah. Sebelumnya, berita keputusan dari perusahaan game ini sempat menghebohkan para penggemar. Pasalnya, studio game barat yang telah dijual ini sedang mempersiapkan seri game baru mereka.

Awalnya Square Enix mulai terjun ke dunia pengembangan game barat di tahun 2009 dengan mengakuisisi Eidos Interactive. Square Enix mendapatkan keuntungan yang sangat besar pada tahun 2016 dan 2017, keuntungan itu mayoritas didapat dari dua game yang sangat populer yaitu Final Fantasy 2022 dan juga Tomb Rider. Square Enix bahkan sudah mendapatkan keuntungan dari penjualan game mereka yang mencapai 20 juta unit dengan keuntungan sebesar 24,4 triliun rupiah di akhir tahun 2016.

Tentu saja hal ini di ketahui saat Square Enix mengumumkan laporan finansialnya ke publik. Sejumlah konsumen juga mengeluhkan Square Enix ketika mengadakan promosi besar-besaran tentang paket game yang akan mereka jual, namun isi paket tersebut mengecewakan dan hanya menguras isi dompet mereka. Hal tersebut pun menjadi satu di antara alasan lain yang membuat penerbit game aksi dan RPG berjudul Final Fantasy ini menjual beberapa studionya demi mengembangkan studio yang baru.

Square Enix tidak hanya menjual studio barat mereka, melainkan juga menjual banyak judul game terkenal yang telah mereka terbitkan sebelumnya. Beberapa seri game populer akan masuk dalam group Embracer, salah satunya adalah game dengan tema fantasi gelap yang dikenal dengan judul Thief. Tidak hanya studionya, ada lebih dari seribu pekerja yang ikut diakuisisi oleh perusahaan pembelinya. Koch Media, THQ Nordic dan 6 kelompok perusahaan lainnya merupakan anak perusahaan dari Embracer Grup di mana delapan kelompok perusahaan ini terdiri dari 7 studio yang tersebar di 45 negara di dunia.

SS Enix logo - Square Enix Jual Studio Lama

Diketahui bahwa Square Enix menjual sebagian besar studio barat adalah untuk berinvestasi ke teknologi untuk kemajuan industri gam ke depan. Hal tersebut diungkapkan berdasarkan laporan dari Video Game Chronicle. Just Cause, Life is Strange dan outriders adalah beberapa judul yang masih dimiliki oleh Square Enix, di mana game-game tersebut ditangani studi barat. Square Enix juga masih memiliki beberapa studio, yakni Jepang, Square Enix Collective, dan External Studios.

Square Enix juga dikabarkan sudah tidak akan mengurusi studio barat yang memang baru saja telah dijual dengan skala besar setelah membuat pihak perusahaan merasa kecewa secara finansial. Salah satunya ketika sebuah game tidak bisa mencapai target keuntungan yang telah ditetapkan contohnya seperti tomb rider, dan untungnya sudah mendapatkan banyak sekali keuntungan dari game besar lainnya. Hal ini menambah kecewa jika mengingat pihak Square Enix telah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk membuat game tersebut dengan sangat baik.

Setelah beberapa studionya dijual, Square Enix akan membuka studio baru dengan mengakuisisi beberapa studio. Ini merupakan keinginan raksasa game yang ingin me-refresh dan membentuk ulang portofolio IP-nya. Dengan mengakuisisi studio dengan IP yang ada merupakan cara termudah untuk menyegerakan portofolionya dan sesuai dengan visi Square Enix, kemudian mereka akan mengembangkan portofolio dari hasil akuisisi studio tersebut.