cover Bulbasaur

Kreativitas Penggemar Pokemon Bulbasaur

Penggemar Pokemon Membuat karakter Bulbasaur Versi Air, Api, dan Racun

SSBulbasaur - Kreativitas Penggemar Pokemon Bulbasaur

Pokemon awalnya adalah sebuah anime yang kemudian masuk ke ranah video game dengan judul yang sama. Karakter-karakternya terdiri dari banyak sekali jenis yaitu berbagai macam makhluk dengan kekuatan dan juga bentuk maupun rupa yang berbeda-beda. Salah satunya adalah Bulbasaur yang ternyata, Pokemon ini bukanlah Pokemon berjenis hewan melainkan Pokemon berjenis tumbuhan. Dari sebuah bibit tanaman yang memiliki berat sekitar 6,9 kg dan juga dengan tinggi 700 meter, dari situlah Bulbasaur tercipta. Bulbasaur memiliki kemampuan untuk menyerang musuhnya dengan daun-daun dan juga racun.

Pokemon ini memiliki kuncup daun yang kecil di atas kepalanya dan ia berwarna hijau tosca. Kuncup di atas kepalanya berfungsi untuk menyerap sinar matahari. Bulbasaur merupakan Pokemon dengan karakter pertahanan diri yang cukup kuat. Namun, dengan segala kelebihannya, ia tentu memiliki kelemahan, yaitu, ia lemah terhadap api, es, dan juga musuh yang terbang dan bertelepati. Bulbasaur dapat berevolusi menjadi Venusaur dan Ivysaur di mana mengubah kuncup di atas kepalanya menjadi warna merah muda.

City Of Seattle mendengar adanya salah satu penggemar Pokemon yang berbakat telah membuat sebuah karya seni Bulbasaur si Pokemon tumbuhan unik versi Air, Api, dan juga Racun. Dalam setiap generasi baru game Pokemon, memunculkan banyak grup Pokemon yang baru untuk kamu tangkap dan latih semaumu. Sementara itu pula, ada banyak monster saku yang menarik perhatian para penggemar seperti di seri Pokemon Scarlet and Violet yang akan datang, juga beberapa Pokemon klasik versi original-nya yang makin hari makin populer. Salah satunya adalah Bulbasaur, Pokemon berjenis tumbuhan yang sangat ikonik dari awal franchise ini muncul.

Bulbasaur pertama kali dikenalkan di seri pertama game Pokemon: Pokemon Red and Blue sebagai salah satu starter orisinilnya sebagai bagian dari Pokedex Gen 1 yang asli. Semenjak itu, Bulbasaur si Pokemon berjenis tumbuhan dan racun ini telah muncul dibanyak game lain selama bertahun-tahun belakangan, dan itu menjadikannya sebagai monster saku yang terkenal di beberapa franchise. Kabar baru-baru ini, seorang penggemar telah memutuskan untuk membuat sebuah karya seni di mana Bulbasaur dibuat dalam beberapa versi unik dan berbeda dari karakter aslinya.

SS Bulbasaur - Kreativitas Penggemar Pokemon Bulbasaur

Seorang pengguna forum Reddit, scrazyone1 telah mengunggah sebuah gambar seri Pokemon. Gambar ini secara spesifik menunjukkan karakter Bulbasaur yang populer dengan  empat versi unik. Menurut penciptanya, gambar itu diciptakan dengan versi Air, Api, dan Racun untuk mengikuti tipe Bulbasaur versi standar yang pertama yaitu berjenis tumbuhan. Pada Bulbasaur Versi Air, digambarkan memiliki cangkang di punggungnya dan juga memiliki warna biru yang mengingatkanmu pada Squirtle, sedangkan Bulbasaur versi Api, digambarkan api merah menggantikan umbi tanaman milik Bulbasaur, setiap versi ini pastinya sangat mengesankan.

Versi Racun/Venom paling berkesan karena mengambil inspirasi dari karakter yang memiliki nama yang sama di serial anti-hero Marvel. Dalam gambarnya, Bulbasaur ini ditampilkan dengan warna yang hitam pekat, dengan gigi-gigi yang sangat tajam setajam silet serta lidah merah panjang, dipunggungnya terdapat umbi tanaman yang gelap serta digambarkan dengan penampilan yang penuh ancaman.

Sejak scrazyone1 membagikan karya seni yang mengesankan tersebut, banyak penggemar Pokemon dan juga para anggota komunitas menyukai karya tersebut dan juga ada lebih dari 8.100 komentar positif dalam kurun waktu kurang dari satu hari sejak saat gambar tersebut di unggah. Banyak yang terkesan dengan gambar Bulbasaur versi Air, Api, dan Racun yang begitu dramatis namun tetap menunjukkan sisi aslinya dan mudah dikenali. Di antara komentar-komentar positif tersebut, kebanyakan orang terkesan pada versi Venom hingga menyuruh scrazyone1 untuk menggambar Pokemon lain dengan versi yang sama.

Oleh : Nuno Dwiyanto