Beli Kartu Pokemon, Seorang Pria Masuk Penjara !!

Beli Kartu Pokemon, Seorang Pria Masuk Penjara !!

1 views
0

Seorang Pria Akan Masuk Penjara Karena Menyalahgunakan Dana Covid 19 Untuk Membeli Kartu Pokemon

 

SSpokemon card - Beli Kartu Pokemon, Seorang Pria Masuk Penjara !!

Baru-baru ini, fans Pokemon sedang dihebohkan dengan berita seorang pria asal Georgia yang justru menyalahgunakan sebuah dana bantuan Covid 19 untuk bisnis kecil untuk membeli kartu Pokemon Charizard seharga 57 ribu dolar Amerika atau setara dengan kurang lebih 818 juta rupiah. Aksi menyeleweng yang dilakukan pria tersebut membuat ia harus menerima hukuman di penjara federal di negaranya.

Pemerintah federal dan negara bagian di Amerika Serikat, baru-baru ini menyediakan sejumlah dana sebagai bantuan untuk usaha kecil bertahan dari kehilangan sebagian besar pendapatan karena kebijakan lockdown yang menjadi dampak pandemi Covid 19.

Pendanaan yang menjadi kebijakan pemerintah setempat itu terbilang sangat membantu banyak dari usaha kecil untuk tetap bertahan. Selain itu, sebagian pinjaman mendapatkan bebas bunga, bahkan bisa saja mendapatkan pengampunan jika memenuhi kriteria tertentu. Walaupun tidak sedikit juga perusahaan yang terpaksa harus tutup walaupun telah mendapatkan bantuan.

Sayangnya, niat baik pemerintah ini tidak semua yang membalasnya dengan baik pula. Ada berbagai cerita menarik yang dilakukan oleh para pemilik usaha kecil dan perusahaan yang memanfaatkan hal ini sejak tahun 2020. Misalnya, perusahaan besar yang mencari celah agar bisa mendapatkan bantuan padahal mereka sebenarnya tidak terlalu membutuhkannya. Bantuan yang mereka ambil biasanya berupa akses pinjaman bebas.

Penyelewengan dana Covid 19 paling terbaru ini benar-benar menarik perhatian publik, khususnya di bidang game. Bagaimana tidak, seorang pria dari Georgia bernama Vinath Oudomsine menghabiskan dana bantuannya karena membeli kartu Pokemon Charizard yang memang memiliki tempat spesial di hati gamer Pokemon termasuk dihati https://cityofseattle.net/.

SS pokemon card - Beli Kartu Pokemon, Seorang Pria Masuk Penjara !!

Kartu tersebut memang cukup spesial, mengingat karakter dari Pokemon Charizard merupakan satu di antara tiga karakter Pokemon awal yang muncul di game pertama seri Pokemon di konsol Game Boy Advance. Walaupun begitu, tetap saja menggunakan dana bantuan Covid 19 adalah perbuatan yang salah dan melanggar hukum.

Dikabarkan bahwa Oudamsine melakukan sebuah pinjaman Administrasi Bisnis Kecil Amerika Serikat dengan nama program Pinjaman Bencana Cedera Ekonomi pada bulan Juli 2020. Saat itu, ia menyatakan bahwa dana yang ia dapatkan nantinya akan digunakan untuk membantu bisnis layanan hiburan. Ia juga mengatakan bahwa bisnis tersebut biasanya menghasilkan pendapatan kurang lebih sebesar 3 miliar per tahunnya dengan memperkerjakan 10 karyawan.

Pengajuannya itu diterima dan ia pun mendapatkan uang sekitar 1 miliar rupiah pada bulan Agustus dan uang itu pun digunakan untuk membeli kartu Charizard langka. Kemudian aplikasi penipuan milik Oudomsine itu ditemukan. Ia pun dijatuhi hukuman penjara federal selama tiga tahun.

Tidak sampai di situ, ia juga akan mendapatkan pembebasan yang diawasi selama tiga tahun setelah dipenjara. Oudomsine juga diminta untuk membayar denda sebesar 143 juta rupiah. Pastinya, ditambah dengan kehilangan kartu Pokemon legendarisnya, termasuk juga merupakan kartu legendaris bagi para penggemar pokemon indonesia.

Sebenarnya, untuk detail mengenai kartu Pokemon khusus ini belum ada konfirmasi dari pihak berwenang, namun Polygon yang juga memberitakan ini menemukan fakta bahwa harga kartu Pokemon Charizard dengan peringkat permata 95 pada bulan Desember 2020 dijual dengan harga yang sama dengan sejumlah uang yang Oudomsine bayarkan di PWCC Marketplace.

Hal ini sangat disayangkan jika mengingat penipu seperti Oudomsine ini telah mengambil keuntungan dari program tersebut dengan mengisi kantong mereka sendiri. Padahal, banyak usaha kecil di luar sana yang seharusnya benar-benar membutuhkan dana tersebut akhirnya gulung tikar. Hal ini karena dana dari kebijakan itu yang cepat sekali habis.