coverDS2

Adegan Dalam Film Doctor Strange 2, Mirip Adegan Dalam Game

Seorang Pengembang Solo Berpikir Doctor Strange in the Multiverse of Madness Mungkin Menyalin Game JRPG Karyanya

SS DS2 - Adegan Dalam Film Doctor Strange 2, Mirip Adegan Dalam Game

Sejak awal bulan Mei kemarin, banyak sekali orang yang membahas mengenai film kedua dari salah satu superhero Marvel, yaitu, Doctor Strange. Hingga saat ini, studio bioskop masih banyak dipenuhi oleh orang-orang yang ingin menjadi saksi bagaimana perjuangan sang pahlawan super dalam melindungi seorang anak yang memiliki kekuatan besar.

Sebelumnya City Of Seattle akan berikan penjelasan singkat, film kedua dengan judul Doctor Strange in the Multiverse of Madness ini menceritakan tentang sang pahlawan bijaksana yang bermimpi bertemu seorang anak perempuan yang asing baginya dan akhirnya bertemu di dunia nyata dan pergi menjelajahi multiverse. Petualangan dimulai dan akan ada banyak karakter-karakter lain dari Marvel yang akan kamu temui dalam film tersebut, sebut saja, Wong, Wanda Scarlett, Professor X, Four di Fantastic Four, dan masih banyak lagi.

Ada banyak scene ikonik yang akan kamu temui sepanjang film. Saking menariknya film kedua ini membuat banyak orang yang membahasnya setelah film berakhir. Salah satunya adalah seorang pengembang solo untuk game Sword of Symphony yang merasa bahwa Doctor Strange in the Multiverse of Madness sepertinya menyalin game tersebut. Tepatnya di scene saat sang pahlawan super bijaksana itu melawan dirinya doctor strange supreme di multiverse lain yang memegang kitab kehancuran di mana mereka menggunakan banyak not musik untuk saling menyerang.

Selama scene itulah beberapa gamer merasa bahwa pertempuran yang sedang mereka lakukan terlihat mirip dengan sebuah game RPG bertema jepang terbaru itu. Menariknya game tersebut masih dalam proses pengembangan, dan yang beredar sekarang barulah beberapa trailer yang bisa kamu temukan dengan mudah di internet. Game ini hadir dengan penekanan besar pada musik karya Stephen Ddungu yang indah.

Walaupun Sword of Symphony belum diterbitkan, game tersebut sepertinya telah ditunggu-tunggu oleh banyak gamer di luar sana. Stephen Ddungu juga sering memperlihatkan berbagai hal yang ada di dalam game nantinya dengan mengunggah konten seperti video teaser melalui berbagai platform, di antaranya, Twitter, TikTok, dan Youtube tentunya. Dalam sebuah video teaser bahkan kamu dapat melihat sedikit kemiripan antara adegan di Doctor Stranget dengan game tersebut di mana karakter utamanya menggunakan pena bulu untuk menciptakan nada-nada magis yang kuat.

SSDS2 - Adegan Dalam Film Doctor Strange 2, Mirip Adegan Dalam Game

Dari beberapa cuplikan gameplay juga kamu akan melihat bagaimana karakter game bertarung melawan musuh dengan memanfaatkan not musik yang ia ciptakan. Mengingat game tersebut telah dikembangkan selama kurang lebih dua tahun, para gamer pun menaruh curiga terhadap salah satu film kebanggaan Marvel yang memang mendapatkan banyak rating tinggi dari para penggemarnya di seluruh dunia. Apalagi jika mengingat Sword of Symphony juga sudah mendapatkan cukup banyak pengikut dari platform tempat ia eksis.

Seorang gamer yang sepertinya sedang menunggu perilisan dari Sword of Symphony menyadari kemiripan adegan pertarungan musik di Doctor Strange in the Multiverse of Madness dan membuat sebuah tweet berisikan kemiripan adegan itu dengan memberikan mention kepada Stephen Ddungu. Sang pengembang pun hanya menjawab bahwa ia tidak terkejut dengan hal tersebut. Ia bahkan menambahkan bahwa pada awalnya tidak ada scene pertarungan itu di film kedua Dr. Strange. Adegan tersebut baru dieksekusi kurang lebih tiga bulan setelah Sword of Symphony mendapatkan banyak pujian oleh berbagai kalangan untuk konsep yang mereka bawa.

Namun, hal ini baru kemungkinan yang dikatakan oleh para gamer dan Stephen Ddungu. Tidak ada konfirmasi dari pihak Marvel mengenai hal tersebut. Sehingga kita pun tidak bisa dengan mudah me-judge film tersebut. Walaupun jika dilihat memang seperti ada kemiripan di antara keduanya dari segi konsep.

Oleh : Rani Mulyani